Dampak Pertumbuhan Penduduk Terhadap Pencemaran Udara

Pertambahan penduduk berpengaruh terhadap penggunaan kendaraan bermotor.

Di zaman yang modern ini, aktivitas manusia tidak pernah lepas dari kemajuan teknologi. Kehidupan yang serba modern, menjadikan aktivitas manusia menjadi serba kompleks. Salah satunya adalah penggunaan kendaraan bermotor. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kendaraan di Indonesia hingga tahun 2013 telah mencapai 104.118.969 unit kendaraan. Tentunya jumlah itu sudah sangat tinggi. Hal itu dikarenakan pula oleh tingginya pertumbuhan penduduk. Sehingga tingkat akan sifat konsumtif terhadap kendaraan bermotor juga semakin tinggi.

Memang, kendaraan bermotor sangat memudahkan kita dalam melakukan segala bentuk aktivitas kehidupan baik dalam bisnis maupun dalam hal lainnya. Namun, perlu kita sadari juga bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama dari pencemaran udara. Asap kendaraan bermotor yang kita hirup tersebut yakni gas karbon monoksida dan karbon dioksida secara berlebihan tentunya sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Jadi, dapat kita pahami bahwa semakin lajunya akan tingkat pertumbuhan penduduk, maka tingkat pertambahan kendaraan bermotor juga akan semakin tinggi. Sehingga ketersediaan udara bersih juga akan semakin menipis akibat tingginya pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor.

Maka dari itu, untuk mengendalikan tingginya penggunaan kendaraan bermotor agar tidak memberikan permasalah yang besar terhadap lingkungan. Solusi yang terbaik adalah menyediakan transportasi massal yang memadai. Serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan tingginya gaya konsumtif terhadap penggunaan kendaraan bermotor. Apabila faktor tersebut sudah terlanjur tidak terkontrol, solusi yang terbaik adalah melakukan penghijauan kembali di daerah sekitar padatnya kendaraan bermotor dan melakukan uji emisi kendaraan setiap enam bulan sekali.



1 comment:

Powered by Blogger.