Permasalahan Sampah Akibat Kepadatan Penduduk

Tingginya pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap tingginya produksi sampah.


Sampah ialah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah juga semakin tinggi. Hal itu disebabkan karena manusia selalu menghasilkan sampah disetiap aktivitasnya baik dalam kegiatan rumah tangga, industri, pertanian dan sebagainya. 

Berikut dampak sampah terhadap lingkungan:

1. Pencemaran Udara
Sampah yang dibiarkan saja tanpa diolah dengan baik dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga, jika sampah yang menumpuk tersebut berada di daerah pemukiman, maka proses pengelolaan sampah dengan cara dibakar tentu saja akan terjadi. Proses pembakaran yang menghasilkan asap itulah dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

2. Pencemaran Tanah
Sampah yang dibiarkan menumpuk di lahan yang kosong juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Dimana, sampah organik atau anorganik atau mungkin juga mengandung bahan berbahaya (kimia) akan menyebabkan lingkungan di lahan tersebut menjadi rusak. Serta dapat menimbulkan permasalahan baru seperti Banjir.

3. Pencemaran Air
Rembesan sampah yang mungkin mengandung bahan berbahaya juga dapat menyebabkan pencemaran air. Dimana, rembesan dari sampah itu berpotensi mengalir ke aliran yang lebih rendah seperti sungai, parit maupun air di dalam tanah. Sehingga, akibat dari pencemaran tersebut bisa mengganggu kehidupan makhluk hidup di sungai atau sebagainya.

Pencemaran air akibat sampah.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang sepele tersebut. Solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya di daerah padat penduduk mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk melakukan program 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) untuk menekan tingginya produksi sampah.

3 comments:

Powered by Blogger.